Musik dan Lagu Daerah Jawa Barat

Musik dan Lagu Dearah Jawa Barat

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Belakangan Ini Musik dan lagu daerah kurang di minati oleh para pemuda indonesia
Karena itu Karya ini mengenai cara agar diminati oleh para pemuda indonesia
Dan Agar lebih di kenal lagi di kalangan mereka
B. Rumusan Masalah
Bagaimana agar musik dan lagu daerah di kenall di kalangan para pemuda indonesia
C. Tujuan Peneleitian
Dapat dikenal oleh para pemuda indonesia

BAB II

Pembahasan
Kesenian Tradisional Khas Jawa Barat
Lagu Bubuy Bulan

Lagu daerah yang termasuk ke dalam kesenian tradisional khas Jawa Barat pertama adalah Bubuy Bulan yang merupakan salah satu lagu berbahasa Sunda. Lagu
ciptaan Benny Korda ini dapat dikatakan menjadi lagu yang cukup dikenal, terutama oleh masyarakat dari Jawa Barat itu sendiri.
Bahkan, tak jarang lagu ini sudah diajarkan kepada anak-anak sejak menduduki Sekolah Tingkat Dasar hingga Menengah Atas. Bubuy Bulan merupakan lagu yang
bercerita tentang kesedihan seseorang yang baru saja ditinggalkan oleh sang kekasih.
Manuk Dadali
Lagu daerah selanjutnya yang juga termasuk ke dalam kesenian tradisional khas Jawa Barat adalah Manuk Dadali yang apabila diartikan dalam Bahasa
Indonesia, maka berarti Burung Garuda.
Diciptakan pada tahun 1926 oleh seorang penulis lagu berbahasa Sunda, Sambas Mangundikarta, dapat dilihat bahwa lagu ini mengandung nasionalisme
sekaligus menampilkan sosok gagah dari sang garuda yang merupakan lambang kesaktian Indonesia.
Bajing Luncat
Kesenian tradisional khas Jawa Barat yang terakhir kita masukan ke dalam daftar yaitu lagu daerah berjudul Bajing Luncat. Bajing Luncat atau yang bisa
diartikan sebagai Tupai Luncat merupakan salah satu lagu yang diciptakan oleh seorang komposer Sunda terkenal, Kosaman Djaja.
Lagu ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang kecewa karena wanita pujaannya justru bersanding dengan pria lain dan membuat ia menyesal kenapa
tidak mempersunting wanita tersebut sedari dulu.
Alat Musik Tradisional Jawa Barat
Angklung
Kesenian tradisional khas Jawa Barat yang akan kita bahas terakhir adalah alat musik tradisionalnya. Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan alat musik
angklung, bukan? Alat musik yang memiliki nada ganda ini memang cukup terkenal dan sudah sering diajarkan kepada anak-anak di sekolah, terutama pada jenjang Sekolah Dasar.
Terbuat dari bambu yang dipotong ujungnya serta dimainkan dengan cara menggoyangkannya, suara yang dihasilkan dari angklung ini berasal dari benturan
badan pada bambu yang memiliki nada-nada. Angklung itu sendiri dapat digolongkan sebagai alat musik idiofon atau alat musik tradisional yang mampu
menghasilkan suara pada keseluruhan alat musik itu sendiri.
Suling
Alat musik tradisional lainnya yang tak kalah terkenal dari angklung adalah suling, yang juga sama-sama terbuat dari bahan dasar bambu. Sebenarnya,
suling tak hanya bisa terbuat dari bambu saja, melainkan beberapa juga ada yang terbuat dari kayu.
Suling memiliki lubang-lubang yang dapat mengatur nada. Sementara itu, cara memainkannya yaitu dengan cara ditiup. Jumlah lubang pada suling bervariasi,
tergantung dari kebutuhan lagu yang tengah diiringi olehnya. Hanya saja, pada umumnya suling yang paling sering digunakan memiliki empat buah lubang.
Kacapi
Alat musik terakhir yang akan kita bahas di dalam kesenian tradisional khas Jawa Barat ialah kacapi. Kacapi merupakan salah satu jenis alat musik yang
memiliki peran penting di dalam tembang Sunda. Apabila dilihat dari fungsinya, kacapi itu sendiri terbagi menjadi dua bagian ketika mengiringi musik
tradisional Sunda, yaitu kacapi induk dan kacapi anak.
Kacapi induk berperan dalam memulai musik, menentukan tempo, dan memiliki 18 – 20 buah senar. Sementara itu, kacapi anak berperan dalam mengiringi musik
dengan frekuensi tinggi dan memiliki 15 buah senar saja.
Jadi, itulah beberapa kesenian tradisional khas Jawa Barat yang sekiranya cukup dikenal di antara masyarakat dari berbagai lapisan. Meskipun saat ini
kita sudah dapat menyaksikan dan mempelajari beberapa kesenian tradisional tersebut di internet, tentu akan jauh lebih menyenangkan apabila kita
menyaksikannya secara langsung yang dipentaskan oleh masyarakat lokal, bukan?
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Mengenal Budaya Lokal seperti lagu dan alat musiknya penting agar lebih dikenal di masyarakat indonesia.
dan lebih melestarikan.

Comments

Popular Posts